Distribusi Air Bersih PDAM Berhenti, Warga Desa Pecangaan Terpaksa Tampung Air Hujan Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Pecangaan, Distribusi air bersih PDAM di Desa Pecangaan berhenti sejak bulan Juni, bahkan sebelum memasuki musim kemarau warga sudah kesulitan air bersih dikarenakan PDAM yang macet. Dan sekarang memasuki musim hujan PDAM belum ada tanda untuk mengalir kembali seperti biasa (03/11/2020).

Meskipun bantuan air bersih datang silih berganti tidak cukup untuk kebutuhan air bersih para warga Desa Pecangaan. Disaat hujan turun terpaksa warga tampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari seperti cuci piring, cuci baju, mandi dll.

Sungguh miris kondisi Kabupaten Pati, meraih puluhan pengharagaan di bidang kebersihan tapi sayang masih kekuranganair bersih. Padahal jika dilihat dari jarak tempat Desa Pecangaan lebih dulu masih ujung timur lagi Desa GajahKumpul tapi Desa GajahKumpul tidak pernah kekurangan air bersih bahkan PDAM mengalir lancar.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan “setiap tahunnya pasti selalu kekeringan air walaupun belum memasuki musim kemarau apalagi saat musim kemarau tambah kesulitan air bersih. tuturnya”.

Kepala Desa Mattono mengatakan warga sangat keberatan yang setiap harinya harus membeli air bersih dari tetangga desa ataupun kadang ada yang patungan membeli satu tangki air bersih padahal setiap bulannya mereka juga membayar pajak PDAM tapi pelayanannya tidak maksimal.

“Apalagi disaat pandemi seperti ini cari uang buat makan aja susah apalagi ditambah beban lagi untuk membeli air bersih yang juga kebutuhan pokok sehari-hari.” Pungkasnya

Warga Desa Pecangaan berharap nantinya pihak PDAM bisa lebih memaksimalkan dalam pelayanan air bersih warga Desa Pecangaan agar tidak ada lagi kesulitan air bersih seperti didesa desa lainnya .

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan