Tren Bersepeda Saat Pandemi Covid 19, Warga Desa Pecangaan Ikut Gowes

Pecangaan, Pandemi covid-19 memunculkan tren baru di masyarakat. Sejak diberlakukannya pisycal distancing, masyarakat semakin gemar olah raga gowes alias bersepeda agar tidak berkerumunan yang akan menyebarkan virus covid 19.

Hampir setiap hari, baik pagi, sore dan, malam, terlihat beberapa orang mengayuh sepeda di beberapa ruas jalan raya maupun dipedesaan.

Seperti yang diungkapkan oleh Haji Sutopo yang terlihat mengayuh sepedanya keliling Desa Pecangaan,Sabtu (8/8/2020).

Dia sangat antusias melakukan olahraga bersepeda, karena dia bisa bertemu teman-teman bersepedanya, mengobrol, sebelum melanjutkan perjalanan. Sambil mengenakan masker, laki-laki yang juga seorang pengusaha itu mengatakan, jika bersepeda memulai rute dari rumahnya di daerah Desa Pecangaan lalu muter dijalan raya Batangan-Kaliori.

“Saya suka gowes sejak dulu. Terus karena kerjaan yang sibuk, jadi nggak ada waktu. Nah mulai aktif lagi pas masa pandemi ini. Udah pengen banget terus diajakin teman,” katanya sambil duduk di atas sepeda.

Kegiatan olah raga ini ia lakukan setiap sore hari. Jarak yang ditempuh beragam, sekitar 10-15 kilometer.

Dia sendiri lebih suka bersepeda sore hari, mulai pukul 16.00-17.00. Menurutnya, ini bagus untuk refreshing setelah seharian rutinitas kerja.

“Pokoknya rutin, meski jaraknya pendek-pendek. Nanti kalau jaraknya jauh tapi jarang, yang ada malah jadi penyakit,” ungkap pemilik pabrik garam ini.

Ia mengamini bahwa saat ini gowes menjadi fenomena baru di masyarakat. Topo panggilan akrabnya menganggap, hal ini terjadi karena minimnya hiburan di luar rumah. Tidak bisa nongkrong, akhirnya pilih untuk bersepeda.

“Ada yang ingin sehat, ada yang latah cuma gaya-gayaan. Saya, sebelum pandemi, memang sudah suka bersepeda, terakhir beli sepeda dua tahun lalu tapi jarang terpakai dan terpakai lagi saat pandemi seperti ini,” tandasnya, seraya berharap aktivivas gowes bisa jadi gaya hidup yang tidak musiman.

Selain Haji Sutopo juga banyak anak-anak muda yang sudah melakukan olahraga sepeda dengan jarak yang cukup jauh sekali.

Sahid salah satunya , dia termasuk pemuda salah satu pesepeda yang meramaikan kebiasaan sehat ini. Pemuda berusia 23 tahun ini biasa menggunakan sepeda sebagai olahraga menjaga imun tubuhnya.

“Biasanya saya olahraga sepak bola tapi karena pandemi tidak boleh berkerumunan jadi ganti bersepeda. Selain itu, supaya tidak stres dengan hanya di rumah, ini refreshing pikiran agar selalu positif,” katanya.

Menurut Sahid, bersepeda merupakan olah raga yang mudah dilakukan semua orang. “Saya bersepeda bukan karena lagi tren, namun sudah suka sejak SMK . Saya Juga punya sepeda, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan,” terang alumnus SMK Muhamadiyah Rembang itu

Di masa pandemi seperti sekarang, ia tetap bersepeda dengan menerapkan protokol kesehatan. Menyiapkan masker dan hand sanitizer sebelum berangkat dan tidak lupa membawa air mineral untuk minum.

Ia biasanya mengayuh sepeda minimal jarak tempuh 15 km dan dilakukan 2-3 kali dalam seminggu, baik sendiri atau bersama teman.

“Saat bareng-bareng kesepakatannya tetap jaga jarak selama di jalan dan tidak bersentuhan tidak lupa tetap memakai masker selama perjalanan,” ungkapnya.

Rute berkeliling Arah Batangan-Kuniran lanjut Kaliori  jadi pilihan Sahid dan temannya.

“Biasanya berangkat dari rumah (Sepanjang Desa Pecangaan), kemudian ke Batangan menuju Kuniran, lanjut Maguan-Kaliori, terus kembali lewat jalan raya Batangan-Kaliori sebelum pulang ke rumah Desa Pecangaan,” ujarnya.

Usai bersepeda Sahid juga tak lupa memposting aktivitasnya di medsos. Ini supaya mengajak teman atau kerabat ikut berolahraga bersama.

“Saya senang bisa memprovokasi orang untuk melakukan hal positif yang saya lakukan,” ungkapnya.

 Bapak Kades Mattono sangat mendukung olahraga bersepeda yang dilakukan warganya selama itu kegiatan positif yang bisa meningkatkan imun tubuh.

“ Saya sangat mendukung olahraga bersepeda tapi tetap ingat tetap menjaga protokol kesehatan dan jangan berlebihan melakukan olahraganya” ungkap Kades.

 

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan