Solat Idul Adha Warga Desa Pecangaan Di Tengah Pandemi Covid-19

Pecangaan, Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 H tepat pada hari Jumat (31/07/2020) sesuai dengan keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang dilaksanakan pada hari Selasa (21/07/2020).

Idul Adha tahun ini sedikit berbeda karena bersamaan dengan mewabahnya Covid-19 di Indonesia dan dunia. Sehingga pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya.

Namun pemerintah mengizinkan pelaksanaan sholatIdul Adha (Ied) meskipun di tengah Pandemi Covid-19.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Komisi Fatwanya, Asrorun Ni’am Sholeh mengimbau umat Islam yang wilayahnya masih banyak terdapat kasus Covid-19 untuk melaksanakan sholat Ied di rumah saja.

“Ketika kita berada di kawasan yang angka penularan menunjukkan tren meningkat bahkan berada dalam kualifikasi hitam maka pelaksanaan salat Idul Adha tetap di rumah bersama keluarga,” imbau Asrorun melalui YouTube BNPB, Selasa (28/07/2020).

Ada yang berbeda dari pelaksanaan hari raya IdulAdha 1441 Hijriah kali ini, lantaran bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang mengharuskan orang menjaga jarak untuk mencegah penularan virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19.

Jika sebelumnya, merayakan hari raya Idul Adha dengan berkumpul bersama sanak keluarga dan teman sambil membakar sate tanpa harus menjaga jarak aman, kini harus menaati protokol demi menjaga kesehatan.

Sejumlah kebijakan baru dibuat pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Mulai dari aturan dalam menjalankan salat IdulAdha, tata cara menyembelih, takbir keliling, hingga bagaimana aturan bagi pedagang hewan kurban.

Tak terkecuali Pemerintah Desa Pecangaan menghimbau kepada warganya dalam pelaksanaan sholat Ied  tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun dilaksanakan dimasjid secara bersama sama.

“Saya mewakili Pemdes Pecangaan menghimbau kepada masyarakat Desa Pecangaan untuk tetap jaga jarak, dan memakai masker saat pelaksanaan sholat Ied dimasjid  agar tidak terjadi penularan covid 19,” tutur Kades Mattono.

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*