Orang Tua Siswa Keteteran Selama Pembelajaran Daring Online

Pecangaan, Sabtu (25/7/2020). Penerapan sistem pembelajaran jarak jauh secara daring online di tengah pandemi corona (Covid-19), banyak orang tua siswa yang mengeluhkan dirinya keteteran. Pasalnya, selama ini orang tua memberatkan tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru sekolah.

Sehingga, ketika dihadapkan dalam situasi seperti ini orang tua harus beradaptasi dalam kebiasaan baru. Padahal menurut Istiqomah salah satu Guru SD Negeri 01 Pecangaan langkah pemerintah untuk memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh ini adalah langkah yang baik untuk mencegah penularan Covid-19 yang sedang mewabah saat ini.

“Kalau PAUD malah seneng ada di tv, tapi SD, SMP, SMA/SMK yang jadi masalah. Di awal orang tua itu dikiranya begitu saja, ternyata begitu berjalannya waktu pembelajaran daring online mereka sebagai orang tua merasa terbebani. Bagaimana tidak kita orang tua harus ikut nimbrung terhadap masalah yang selama ini seolah-olah orang tua itu anak disuruh sekolah, selesai, itu urusan guru,” ujarnya

Ia menambahkan, dalam pembelajaran jarak jauh melalui daring ini pun seolah-olah satu arah dan tidak ada dialog. Berbeda jika dibandingkan saat belajar di rumah yang memungkinkan adanya komunikasi secara langsung dua arah antara murid dengan tenaga pendidik.

Dengan demikian, orang tua harus memahami apa yang menjadi tugas bagi buah hatinya.

“Orang tua siswa juga keteteran. Belajar tatap muka dengan melalui daring ini kan berbeda. Kalau melalui daring ini seolah-olah satu arah tidak ada dialog,” papar Istiqomah

Dampak lain yang dirasakan orang tua, ungkap Istiqomah adalah dari sisi ekonomi. Orang tua yang semula tidak memikirkan kebutuhan kuota internet maupun pulsa, harus mengeluarkan anggaran lebih untuk itu. Bahkan sampai ada orang tua siswa yang membeli ponsel baru untuk memfasilitasi anaknya.

“Tadinya orang tua tidak memiliki pikiran belanja pulsa kuota, tapi kan sekarang harus. Bahkan ada juga yang harus belanja hanphone baru,” ungkapnya.

Kendati demikian, ada orang tua yang mengaku mengapresiasi pemerintah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh ini. Sebab, orang tua jadi mengetahui sejauh mana kemampuan anaknya.“Di sisi lain ada positifnya, orang tua jadi tahu kemampuan anak,” ucap salah seorang orang tua siswa.

Disisi lain Tika (36) salah satu orang tua murid SD di Desa Pecangaan mengaku sistem pembelajaran online memberatkannya karena menyita waktunya untuk menyiapkan anaknya mengikuti pembelajaran online.

“Saya kan bekerja membuat makanan catering sedangkan anak saya kembar, semuanya harus sekolah dengan online dan anak saya tidak memiliki handphone. Sehingga saya kewalahan untuk mendampingi dan menyesuaikan dengan jam kerja saya,” keluhnya, Sabtu (25/7/2020).

Ia menyarankan sebaiknya pembelajaran dari rumah tidak usah menggunakan sistem online. Siswa disarankannya diberikan tugas oleh guru, namun guru tetap memantau setiap hari hasil tugas yang diberikan.

“Lagi pula tidak semua anak memiliki handphone. Sebaiknya cari cara lain yang lebih mudah selain menerapkan sistem tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pati Winarto, S.Pd.,M.Hum telah mengeluarkan edaran terkait awal tahun pelajaran dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Satuan pendidikan ditetapkan melakukan proses belajar mengajar menggunakan pola belajar dari rumah atau daring online. Pelaksanaan proses belajar dari rumah mendapat evaluasi dan dipantau oleh Kepala Disdikbud Pusat. Sementara untuk proses pelaksanaan belajar mengajar dengan tatap muka akan ditentukan kemudian setelah ada keputusan dari Tim Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan