Nelayan Resah, Tangkapan Udang Menurun Harga Anjlok

 

Pecangaan, Selasa (20/07/2020). Sebagian nelayan di kawasan Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Sejak adanya Covid- 19 belakangan ini harga udang semakin menurun tidak seperti sebelum adanya Covid-19, akibatnya hasil tangkapan mereka kurang laku dan harga jual udang juga semakin anjlok. Contohnya seperti tangkapan nelayan berupa udang power king atau udang kelong, di mana harganya semakin anjlok dari sebelumnya Rp 140 ribu per kilogram, kini hanya Rp 90 ribu per kilogram, itu pun para nelayan harus mencari dengan jarak yang cukup jauh.

“Keluhan itu saat ini semakin dirasakan oleh para nelayan penangkap udang kelong akibat harganya semakin menurun yang diduga dampak pengaruh wabah virus corona atau Covid-19,” jelas Koordinator Nelayan Desa Pecangaan Giyono Rabu (20/7/2020).

Ia menjelaskan, nelayan saat ini mengalami kerugian akibat menurunnya hasil tangkapan dan anjloknya harga. Sebab tangkapan nelayan tak sebanding dengan harga yang diperoleh dari hasil penjualan saat ini, sehingga untuk menghindari kerugian yang lebih besar para nelayan terpaksa memilih untuk mencari hasil tangkapan yang cukup jauh agar hasil yang didapat bisa seimbang dengan pengeluaran perbekalan.

“Biasanya sekali melaut kami bisa memperoleh hasil tangkapan 1 kilogram hingga 3 kilogram udang kelong setiap perahu nelayan dengan harga jual sebelumnya mencapai Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu perkilogram. Namun saat ini harganya sudah menurun hingga Rp 90 ribu per kilogram itupun kita harus mencari dengan jarak yang cukup jauh dan menghabiskan BBM yang cukup banyak,” kata Mardan, salah seorang nelayan di Desa Pecangaan kemarin.

Menurut Mardan, harga saat ini tidak sebanding atau tidak seimbang dengan modal perbekalan yang dikeluarkan oleh nelayan. Sebab setiap hari, para nelayan harus menggantikan alat tangkap berupa jaring yang harganya mencapai Rp 50 ribu. Belum lagi ditambah dengan kebutuhan BBM dan barang lainnya saat keperluan aktivitas melaut. “Sehingga untuk menghindari kerugian yang lebih besar, maka saat ini aktivitas melaut harus menempuh jarak jauh untuk sementara waktu akibat untuk mencukupi modal dan kebutuhan sehari hari dirumah,” papar dia.

Sementara itu, urai Koordinator Nelayan Giyono, kendala lain yang dihadapi nelayan adalah cuaca yang tidak menentu yaitu angin yang datang tiba-tiba begitu keras dan membuat para nelayan kewalahan untuk menarik jaring.

 “Kita kan melaut jarak yang ditempuh saat ini cukup jauh karena didaerah sini sulit untuk mendapatkan udang, nah yang kita takuti itu kalo tiba-tiba angin datang dan jaring sudah ditebarkan terus tidak kuat untuk menarik keperahu karena angin tadi.” tuturnya

Para nelayan berharap agar semua hasil tangkapan nelayan bisa stabil harganya seperti sebelum sebelumnya adanya covid -19 ini.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*