Kegiatan Padat Karya Dana Desa Tahun 2020 Desa Pecangaan

Pecangaan 20 Juli 2020, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, dana desa untuk padat karya tunai adalah solusi  menjaga daya tahan desa terhadap situasi ekonomi saat ini. “Jika desa-desa situasi ekonominya stabil, maka situasi ekonomi nasional juga akan sangat terbantu. Karena mayoritas masyarakat kita ada di desa,” terangnya di Jakarta. Untuk itu, menteri yang akrab disapa Gus Menteri ini pun mengeluarkan surat edaran perihal Pembinaan dan Pengendalian Dana Desa tahun anggaran 2020. Dia menerangkan, desa yang telah menerima penyaluran dana desa diminta untuk segera memanfaatkannya pada kegiatan padat karya melalui pengelolaan secara swakelola.

Menteri Desa PDTT juga meminta kepada Desa untuk memiliki kegiatan dengan pola padat karya, termasuk bagi desa yang sudah telanjur menyelesaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Apbdes), namun dana desa belum cair dan tidak terdapat kegiatan padat karya tunai, maka harus segera merevisi Apbdes. “Bagi desa yang belum menyelesaikan Apbdes, harus segera menyelesaikan dan mencantumkan kegiatan dengan pola padat karya,” tegasnya.

Adapun, langkah Gus Menteri ini menindaklanjuti instruksi Presiden Joko WIdodo yang meminta untuk mengawal pelaksanaan padat karya dari dana desa. Pada  2020 ini, alokasi dana desa sendiri berjumlah Rp 72 triliun dan akan disalurkan melalui tiga tahap. Tahap pertama sebesar 40 persen, tahap kedua 40 persen, dan tahap ketiga 20 persen. Gus Menteri pun mengatakan pihaknya akan terus memantau dan mengawasi secara intensif penyaluran dan pemanfaatan dana desa.

Penyaluran lebih cepat melalui padat karya Di kesempatan yang sama Gus Menteri juga menilai, penyaluran dana desa saat ini lebih cepat dan mudah dilaksanakan dengan kegiatan padat karya.

Salah satu penggunaan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2020 Desa Pecangaan berupa pembangunan talud tambak. Lokasi pembangunan talud tambak ini berada sekitaran pada RT 01 sampai 03 RW 01

Kepala Desa Pecangaan, Bapak Mattoono mengatakan, Manfaat pembangunan talud tambak adalah, sebagai sarana untuk memperlancar aliran air baik di musim kemarau, maupun di musim penghujan dan untuk pengairan disekitaran tambak oleh petani tambak. Selain itu juga untuk mencegah adanya luapan air ketika hujan. Masyarakat dapat melihat secara langsung bukti nyata pembangunan di desanya yang menggunakan dana desa setelah jadi nantinya karna saat ini massih dalam tahap proses pembangunan.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan